#UPDATE INFO:

Rabu, 03 Februari 2016

Tips Memelihara Kelinci untuk Pemula

(Ilustrasi)
  1. Jangan membeli kelinci anakan di bawah umur 2 bulan. Itu akan mengakibatkan kelinci mudah mati karena kekebalan tubuhnya rentan.
  2. Kelinci di pet shop atau pinggir jalan sering dikatakan umur 1 bulan, bahkan ada yang bilang 2 bulan. Kita tidak tahu betul akan hal itu sebab kita tidak menerima kalender kelahiran. Para pedagang sering berbohong dengan mengatakan kelinci umur 1 bulan, padahal kecil-kecil, biasanya baru umur 20-25 hari. Kalau 2 bulan saja tidak diperbolehkan dibeli, maka 1 bulan jelas lebih gawat.
  3. Kelinci di bawah umur 3 bulan sangat rawan dibawa pergi jauh melewati 100 Km perjalanan.
  4. Jangan percaya kelinci tidak boleh dikasih air minum. Semua makhluk hidup butuh air minum, terlebih kelinci anakan yang baru saja dipisahkan dari induknya.
  5. Jangan percaya bahwa kelinci kebutuhan air minumnya cukup dari rumput, sebab rumput layu kadar airnya sangat minim sementara kebutuhan untuk melancarkan pencernaan dengan air dan kebutuhan kencing sangat banyak. Air putih matang atau mentah sangat dibutuhkan kelinci.
  6. Kangkung bukan pakan terbaik. Setiap pohon berjenis berbambu berpotensi menyimpan gas. Jangan terkecoh pada kesukaan kelinci. Kelinci suka kangkung karena lapar dan tidak ada pakan lain. Kalau sudah lapar apapun jadi.
  7. Kangkung dan kubis menyimpan potensi gas yang tinggi dan mengakibatkan air kencing bau (amoniak).
  8. Jangan percaya bahwa musim hujan banyak mengakibatkan kematian. Bukan soal musim hujannya, tetapi kelembabab dan kebersihan yang jadi masalah. Kalau bisa ditangani secara baik dijamin tidak akan banyak kematian.
  9. Pakan kelinci adalah rumput. Anak kelinci di bawah 3 bulan lebih cocok rumput ketimbang pelet. Pemberian pelet (atau pakan padat lain) seperti ampas tahu atau bekatul boleh tetapi hanya sedikit. Baru setelah umur 2,5 bulan boleh lebih banyak (sekitar 50 gram) sedang kelinci di atas 3 bulan bisa 100 gram per hari. Kelinci anak lebih cocok rumput karena sistem pencernaannya masih labil. Kalau banyak pelet jadi berat, terlebih jika tidak diberi air minum.
  10. Penyebab kudis /budugen hanya satu sebab, yakni karena kandang jorok. Kuku kelinci yang sering menginjak kotoran biasanya menularkan penyakit kudis itu ke telinga. Solusi kebersihan sebagai syarat mutlak. Kaki /kuku kelinci perlu dibersihkan dengan air hangat supaya kuman /kutu pada mati. Kalau perlu dipotong kukunya biar lebih aman.
  11. Wortel (bersih) sangat baik bagi kelinci anakan maupun kelinci dewasa. Gizi wortel tinggi sehingga anakan kelinci pun sangat perlu memakan wortel. Hindari wortel kotor dan busuk sebab bisa jadi penyakit pencernaan.
  12. Jangan percaya bahwa kelinci anakan bisa dibawa pergi jauh. Itu akan membuat celaka sebab kelinci anakan di bawah 2 bulan masih sangat rawan stress. Stress mengakibatkan pencernaan terganggu, terlebih jika kurang air minum dan kurang serat (rumput).
  13. Jangan percaya air membuat kelinci mati. Bukan airnya yang membuat mati, melainkan karena penyakit. Penyakit kelinci yang ditimbulkan oleh bakteri, protozoa atau kuman bisa muncul dari mana saja. Termasuk air. Pastikan air itu bersih. Kalau kena kotoran segera ganti yang bersih.
  14. Jangan percaya setiap jenis kelinci yang dijual umum itu keturunan ras murni. Kita tidak tahu soal kawin silang. Pada umur 1 bulan kelinci bisa jadi nampak murni, tetapi pada dewasa kelak jenisnya jadi aneh-aneh. Biasanya sudah terjadi perkawinan silang. Kalau mau dapat bibit yang baik sesuai keinginan mesti melihat induknya langsung.
  15. Jangan membawa kelinci di perjalanan dengan kardus sebab kardus menimbulkan panas dan sumpek. Banyak kejadian kelinci pada mati. Kalaupun hidup hanya beberapa hari selanjutnya mati karena pengaruh banyak hal, seperti stress dipisah dari induk, perjalanan jauh, dehidrasi (kekurangan air) atau stress karena kepadatan kelinci. (#)
)*sumber: www.ammyrabbits.wordpress.com

>>Back to: Artikel dan Tips!

Selasa, 02 Februari 2016

Memilih Makanan Kelinci

(Ilustrasi)

Makanan kelinci di alam liar terdiri dari banyak jenis tanaman, mulai dari rumput-rumputan, sayuran daun, buah dan biji-bijian. Terkadang juga dijumpai memakan kulit kayu dan ranting yang lembut dalam jumlah yang kecil. Kelinci budidaya atau hewan kesayangan tidak jauh berbeda dengan kelinci liar, namun pemberian hijauan seperti sayuran dan buah harus dilakukan secara selektif.

Seperti juga manusia atau hewan lainnya, kelinci memiliki tingkat toleransi tertentu terhadap makanan. Cara terbaik mengetahuinya dengan mencobanya dalam jumlah kecil kemudian melihat reaksinya. Namun tentunya tidak praktis bagi para pembudidaya atau pehobi. Apalagi untuk kepentingan budidaya kelinci intensif, silahkan cari panduan dasar ternak kelinci. Berikut ini kami sajikan jenis-jenis makanan dan cara pemberian makan kelinci yang kami rangkum dari sumber-sumber terpercaya.

Jenis Makanan Kelinci

Ada tiga jenis makanan ransum yang bisa dijadikan makanan kelinci, yakni air minum, makanan alami (jerami, sayuran, buah, biji-bijian) dan makanan pabrikan (pelet atau konsentrat). Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, kelinci dengan pertumbuhan dan kesehatan yang baik, perlu keseimbangan dalam memberikan makan.

      a. Air Minum

Sebenarnya kelinci termasuk hewan yang sedikit membutuhkan air. Namun meskipun begitu air mutlak harus tersedia sepanjang waktu. Ada mitos yang berkembang, bila sudah diberikan sayuran, kelinci tidak perlu minum. Hal tersebut keliru, kelinci tetap memerlukan minum!

Air untuk kelinci adalah air tawar bersih. Pemberian air bisa menggunakan mangkuk atau botol. Selain bersih dari bibit penyakit, jangan sampai air yang diberikan telah ditumbuhi ganggang. Air minum yang disajikan dengan botol kalau tidak rutin dibersihkan biasanya ditumbuhi ganggang. Pastikan air minum ini tersedia selama 24 jam.

      b. Jerami atau Pelet

Makanan kelinci adalah jerami, rumput-rumputan yang telah dikeringkan. Jerami bisa dikatakan makakanan utama untuk kelinci peliharaan. Makanan ini bisa dalam bentuk jerami sebelum diolah atau berupa pelet buatan pabrik. Jerami atau pelet harus diberikan setiap hari, ibarat makanan pokok pada manusia. Kelinci mendapatkan protein dan nutrisi lainnya seperti kalsium dan vitamin dari asupan jerami. Jerami juga menjaga kesehatan gigi dan saluran pencernaan kelinci. Jerami dalam bentuk pelet setidaknya harus mengandung 18% serat.

Hindari memberikan jerami atau pelet yang mengandung alfalfa secara rutin. Karena alfalfa meskipun bagus untuk ternak lain seperti kambing, tidak terlalu bagus untuk kelinci. Jerami alfalfa terlalu tinggi kalori dan protein yang bisa merusak gigi kelinci. Karena alfalfa tidak termasuk jenis rumput melainkan kacang-kacangan. Tetapi alfalfa bisa diberikan sewaktu-waktu dalam jumlah kecil.

      c. Makanan Segar

Selain jerami, makanan kelinci lain yang tak kalah penting adalah makanan segar. Makanan segar diberikan sebagai tambahan tidak sebanyak makanan pokok (jerami). Segaran yang bisa diberikan terdiri dari sayuran, daun-daunan atau herbal, buah-buahan, biji-bijian dan juga kecambah. Makanan kelinci dalam bentuk segaran dilakukan secara selektif karena tidak semua jenis segaran cocok untuk kelinci.

Makanan segar bisa diberikan setiap hari. Segaran harus terdiri dari 75% sayuran hijau, sisanya bisa buah-buahan atau herbal. Porsi buah-buahan kira-kira 1-2 sendok makan untuk setiap 2,5 kg bobot kelinci. Satu catatan penting, makanan segar sebaiknya tidak diberikan kepada anak kelinci berumur dibawah 3 bulan.

Hendaknya lakukan percobaan dulu sebelum memberikan makanan kelinci dalam bentuk segar. Berikan dalam porsi yang kecil saja selama 1×24 jam, kemudian amati. Apabila feses kelinci terlihat lunak atau bahkan mencret berarti makanan tersebut tidak cocok. Berikan jarak 5-7 hari untuk mencoba segaran yang tidak biasa lainnya untuk menghindari stres.

Segaran yang tidak cocok bisa memicu diare pada kelinci. Disarankan juga untuk melayukan terlebih dahulu segaran yang akan diberikan. Fungsinya untuk menurunkan kadar air dan getah-getah yang bisa memicu diare. (#)

)*sumber: www.alamtani.com

>>Back to: Artikel dan Tips!

Senin, 01 Februari 2016

Jenis-jenis Kelinci yang Wajib Anda Tahu

Dilihat dari perkembangan ternak kelinci beberapa tahun belakangan, jenis ternak kelinci hias masih mendominasi dibanding ternak jenis kelinci lainnya. Dalam hal ini sebenarnya tidak ada batasan khusus mengenai jenis-jenis kelinci mana yang termasuk kelinci hias dan mana yang termasuk kelinci untuk dikonsumsi, semua tergantung pada pemeliharanya.

Ada banyak sekali jenis-jenis kelinci di dunia. Bagi pecinta binatang peliharaan tentu tidak akan mendiskriminasikan salah satu jenis kelinci tertentu, sebab apapun jenisnya kelinci adalah binatang lucu dan menggemaskan. Pendek kata hampir semua jenis kelinci memiliki bulu yang indah warna warni dengan tingkah yang menyenangkan.

Berikut jenis-jenis kelinci yang paling banyak dipelihara oleh pecinta kelinci di dunia.

       1. Kelinci New Zealand White

Meskipun jenis kelinci ini bernama New Zealand White namun sebenarnya bukan berasal dari New Zealand melainkan dari Amerika. Jenis kelinci ini merupakan hasil persilangan Flemish Giant dengan bobot mencapai 5,5 Kg dan bisa bertahan hidup hingga 10 tahun jika dipelihara dengan benar, kelinci ini juga banyak dijadikan kelinci potong untuk beberapa orang yang menyukai daging kelinci.

Untuk sekali kelahiran biasanya jenis kelinci New Zealand White mampu melahirkan anak 10-12 ekor. Jenis kelinci ini memiliki ciri khas bulu putih albino dan mata berwarna merah seperti kelinci lokal (kelinci Jawa).


      2. Flemish Giant

Jenis kelinci berikutnya yaitu Flemish Giant. Kelinci ini bisa mencapai bobot 22 Kg meskipun rata-rata Flemish Giant dewasa bobotnya hanya 15 Kg. Untuk sekarang ini cukup sulit menemukan ras Flemish Giant asli. Di sisi lain usaha peternakan kelinci jenis Flemish Giant mayoritas hanya menggunakan ras hasil silangan yang hasilnya tidak sebesar ras aslinya.

Kelinci Flemish Giant mempunyai ciri fisik tubuh yang panjang dan daun telinga lebar. Warna bulunya sendiri cukup beragam seperti hitam, putih, abu-abu cerah, biru, hitam kecoklatan, abu-abu gelap, dan flawn (cokelat kekuningan). Kelinci ini juga merupakan salah satu jenis kelinci pedaging yang dikembang-biakan karena menurut beberapa orang rasa dagingnya memiliki citra rasa tersendiri.

Kasus yang banyak dialami oleh banyak orang adalah kelinci Flemish Giant cedera di pergelangan kakinya karena tidak mampu menompang berat tubuh mereka yang besar.


      3. Angora Giant

Selanjutnya ialah kelinci Anggora Giant, ras ini tercipta dari hasil persilangan antara Flemish Giant dengan kelinci English Angora yang menciptakan kelinci angora raksasa, berat rata-rata kelinci ini saat dewasa adalah 10 Kg lebih ringan dari kelinci Flemish tetapi karena bulunya yang lebat membuat kelinci ini terlihat lebih besar.


      4. Netherland Dwarf

Seperti namanya yang berarti "Belanda Kerdil", jenis kelinci Netherland Dwarf ukurannya mungil dan pertumbuhannya sangat lambat. Konon jenis kelinci ini dibawa oleh bangsa Belanda ke Indonesia dan dipelihara di perkebunan kolonial. Dibanding jenis-jenis kelinci lain Netherland Dwarf sebenarnya kurang cocok untuk diternakkan, namun penyebarannya sendiri di Indonesia sangat merata.


      5. Satin

Ras kelinci Satin berasal dari Amerika Serikat yang merupakan jenis kelinci hias dan pedaging. Jumlah anak setiap kelahiran mampu mencapai 7-10 ekor dengan bobot 4-5 kg ketika mencapai usia diatas 8 bulan. Jenis kelinci ini mempunyai kuku dan ruas tulang kuat dengan bentuk tubuh panjang, kepala lebar serta lehernya pendek sehingga posturnya terlihat kuat. Kelinci Satin mempunyai warna bulu beragam mulai putih, hitam, coklat, kebiruan, gading, dan Californian (telinga, moncong, ekor, dan ujung kaki warnanya hitam sedangkan tubuhnya berwarna putih).


      6. Rex

Di dunia peternakan kelinci, ras kelinci Rex mungkin masih terdengar baru. Rex adalah kelinci dari Amerika Serikat yang dari dulu dikenal sebagai kelinci hias. Ras Rex lebih cocok diternakkan di area berhawa sejuk dengan suhu ideal 5-15 derajat celcius. Jenis kelinci Rex memiliki bobot rata-rata 3,6 Kg dan mempunyai bulu halus, kuat, dan tidak mudah rontok.


      7. Angora

Jenis kelinci ini terlihat begitu indah dengan ciri khas bulu-bulu tebal dan halus. Bagi masyarakat menengah keatas justru banyak yang memelihara kelinci Angora sebagai kelinci hias. Di dunia ada beberapa jenis kelinci Angora yang sangat terkenal yaitu kelinci Angora peranakan Flemish Giant, Angora peranakan Satin, Angora Jerman, Angora Inggris, dan Angora Perancis.

Berbeda dari jenis-jenis kelinci lainnya, kelinci Angora memiliki ukuran tubuh yang beragam sesuai jenisnya. Ras kelinci Angora Inggris adalah jenis kelinci Angora paling kecil. Ketika dewasa kelinci Angora Inggris rata-rata hanya berbobot 2,3 Kg. Sedangkan untuk kelinci Angora yang paling bongsor adalah jenis Angora peranakan Flemish Giant yang bobotnya bisa mencapai 5 Kg ketika berusia dewasa.


      8. English Spot

Seperti namanya, jenis kelinci English Spot berasal dari Inggris dan mulai dibudidayakan lebih dari satu abad yang lalu. Kelinci yang juga populer disebut English Rabbit ini awalnya adalah hasil perkawinan silang antara kelinci jenis English Lop, Flemish Giant, Angora, Himalayan, Dutch, Silver, dan Patagonian.

Kelinci English Spot mempunyai warna bulu putih dominan dengan beberapa spot warna coklat, abu-abu, juga hitam. Kelinci ini juga memiliki ciri khas garis spot berwarna coklat, abu-abu, atu hitam pada bagian punggungnya. Demikian juga bagian mata, hidung, dan telinga juga dihiasi dengan warna yang sama.


      9. Himalayan 

Mirip dengan kelinci English Spot, jenis kelinci Himalayan didominasi bulu warna putih namun memiliki warna lain di bagian hidung, kaki, dan telinga. Uniknya kelinci Himalayan memiliki mata warna pink, mungkin warna mata paling unik diantara jenis-jenis kelinci lainnya. Kelinci yang memiliki bobot rata-rata 3 Kg ini suka tidur di siang hari dan akan sangat aktif pada malam hari.


      10. Havana

Kelinci Havana termasuk ras kelinci tertua di dunia karena sudah dikembangkan di Belanda sejak tahun 1898 silam. Penyebaran kelinci Havana terbilang cepat, sebab memasuki tahun 1908 jenis kelinci ini sudah tersebar diseluruh daratan Eropa. Baru pada tahun 1916 kelinci Havana dipasarkan di Amerika dan Asia termasuk Indonesia. Dulunya mereka di kembangbiakan oleh beberapa orang antara lain, Fee de Marbourg, Perle Biaya dan Gris Perle de Hal. Kelinci jenis ini telah diakui oleh American Rabbit Breeders Association dalam empat jenis varian warna yang mereka miliki antaranya: coklat, biru, dan hitam. Berat rata-rata mereka adalah antara (2,0 Kg) dan (2,9 Kg).


       11. English Anggora

Kelinci hias jenis ini mirip dengan kelinci anggora, kelompok mereka memiliki ciri bulu yang tebal dan panjang, selain itu mereka juga memiliki ciri yang begitu khas dan sangat berbeda dengan ras kelinci lain nya yaitu pada bagian ujung telinganya tumbuh bulu yang menjuntai dan indah.


       12. Jersey Wooly

Bonnie Seeley dari High Bridge, New Jersey memperkenalkan Jersey Wooly pertama kali di tahun 1984 kepada Konvensi American Rabbit Breeders Association (ARBA) di Orlando, Florida. Hal itu diakui oleh ARBA pada tahun 1988. Saat ini, Jersey Wooly merupakan salah satu kelinci yang paling banyak dipamerkan di pameran lokal dan nasional di Amerika Serikat. Mereka juga terkenal sebagai hewan peliharaan yang sangat jinak.


Jersey Wooly adalah sebuah ras kelinci yang di hasilkan dari sebuah persilangan antara ras kelinci Dwarf Netherland dan ras kelinci Angora Perancis. Hasil persilangan ini mendapatkan seekor kelinci yang mungil dengan warna bulu yang menarik.Untuk ukuran berat badan dari jenis kelinci yang satu ini dapat mencapai 1,5 Kg. (#)

)*sumber: www.okdogi.com

 >>Back to: Artikel dan Tips!

Rabu, 13 Januari 2016

Jenis Ikan Koi Terpopuler di Indonesia

Pernah melihat kumpulan ikan hias di dalam kolam yang memiliki corak yang unik serta berwarna-warni di kulitnya? Ya! Itu adalah ikan Koi. Ikan Koi merupakan salah satu ikan hias yang sering dipelihara oleh orang banyak.

Biasanya ikan Koi dipelihara di dalam sebuah kolam atau taman air yang jernih sehingga kita bisa dengan mudahnya melihat corak dari jenis dan gambar ikan Koi yang bermacam-macam.

Nama ikan Koi sendiri diambil dari bahasa Jepang, yaitu nishikigoi. Nishikigoi memiliki arti ikan karper. Oleh karena itu, jika ada yang menyebut ikan karper itu berarti yang dia maksud adalah ikan Koi.

Ikan karper sendiri bisa diartikan sebagai ikan yang bersulam emas atau perak. Karena memang corak dan warna yang berada pada kulit ikan Koi terlihat seperti emas ataupun perak.

Selain itu, ikan Koi memiliki nama latin cyprinus carpio. Cyprinus carpio merupakan spesies dari common carp (ikan karper /ikan mas), tetapi ikan Koi berbeda dengan ikan mas (akan dibahas di bawah). Memang ikan Koi dan ikan mas tidaklah sama, tetapi bisa dikatakan masih dalam satu keluarga yang sama.

Ikan Koi memiliki variasi yang dibedakan berdasarkan warna, pola, dan ekskalasinya (pertambahan volume). Warna ikan Koi yang sering kita temui adalah ikan Koi yang memiliki warna putih, hitam, merah, kuning, dan biru.

Berikut ini beberapa jenis dan gambar ikan Koi yang populer di Indonesia. (#)

 #1. Koi Yamato Nishiki

 #2. Koi Tancho Showa

 #3. Koi Tancho Sanke

 #4. Koi Tancho Ghosiki

 #5. Koi Taisho Sanke

 #6. Koi Shusui

 #7. Koi Kin Shiro Utsui

#8. Koi Kikusui

 #9. Koi Aka Matsuba

#10. Koi Platinum Ogon

 )*sumber: www.gizikita.net

>>Back to: Artikel dan Tips!
 

Selasa, 12 Januari 2016

Merawat Kondisi Air Kolam Ikan Koi

(Ilustrasi)

Merawat kondisi air kolam ikan Koi adalah prioritas utama penghobi Koi agar ikan peliharaannya selalu sehat, tidak hanya untuk para pehobi merawat kondisi kolam dan airnya juga wajib dilakukan oleh para pembudidaya ikan Koi, karena memang air kolamlah sarana untuk memelihara ikan, jadi baik buruk kualitas ikan akan turut ditentukan oleh kebersihan kolam.

Merawat kebersihan air kolam juga dilakukan untuk menjaga kualitas warna ikan Koi, hal yang bisa dilakukan diantaranya menjaga selalu kejernihan air, menjaga keseimbangan PH, dan menjaga agar air tidak keruh.

Tips Menjaga Kondisi Air Kolam Ikan

Menjaga kondisi air kolam ikan Koi, yang pertama dengan menyortir jumlah ikan Koi yang anda pelihara disesuaikan dengan luas kolam, agar kandungan amonia dalam air kolam akibat proses kotoran Koi tetap dalam ambang batas yang normal. Penyortiran berkala wajib dilakukan mengingat luas kolam yang stagnan sudah tidak sesuai dengan Koi yang terus tumbuh makin membesar.

Berikan media pembantu untuk menyuplai kadar oksigen air kolam yang cukup untuk kesehatan Koi. Media tersebut misalnya : air terjun mini, filter untuk sirkulasi air yang bagus, dan aerator.

Media Pendukung untuk Merawat Kolam Ikan Koi

Pilih filter air yang bagus agar zat-zat kimia dalam air dapat tersaring dengan sempurna. Sehingga air selalu bersih dan menyehatkan bagi kehidupan Koi.

Sebaiknya bangun kolam dalam tanah sesuai desain yang anda sukai, 70% luas kolam dapat anda jadikan kolam dan sisanya 30% untuk membuat system ruang filter yang mendukung tingkat kebersihan kolam. Kedalam kolam yang baik sekitar 1 sampai 2 m untuk menciptakan suhu air kolam yang stabil di siang dan malam hari. Kolam yang dalam membuat Koi lebih cepat besar dan merasa terlindungi dari gangguan.

Jangan menciptakan area mati dalam kolam anda, system arus air yang baik yaitu air selalu mengalir dari sumber air (air terjun buatan) menuju semua sudut kolam. Hal ini untuk mencegah tumbuh kembangnya bakteri.

Beberapa yang Harus Dihindari untuk Menjaga Kualitas Ikan Koi

Hindari membuat sudut 90 derajat pada sudut-sudut kolam sehingga dapat menciptakan area mati. Sebaiknya membuat sudut lengkung agar air mengalir sempurna. Kuras air kolam Koi anda secara berkala jika dirasa perlu tidakan penggantian air seluruhnya. Jika terdapat indikasi air kolam telah tercampur dengan benda (zat-zat) yang dapat membunuh Koi.

Buatlah di bagian tengah kolam lebih dalam membentuk sudut 20-40 derajat dengan kedua sisi kolam. Untuk mempermudah membersihkan kotoran koi, sehingga anda dapat menjaga kondisi air kolam ikan Koi.

Cara Merawat Kolam Ikan agar Selalu Jernih

Untuk menjaga kejernihan air hal-hal yang bisa kita lakukan diataranya, ada yang harus dilakukan dan ada yang harus dihindari, hal yang harus dilakukan misalnya memasang filter kolam, menjaga PH air dan menjaga kebersihan pipa filter. Memasang filter air pada kolam ikan dapat dilakukan untuk menyaring kotoran dalam kolam yang berupa kotoran ikan itu sendiri atau sisa makanan.

Adapun yang harus dihindari diantaranya, jangan terlalu banyak terkena sinar matahari, karena hal ini akan memicu tumbuhnya lumut. Lakukan juga pengurangan populasi ikan secra berkala, ikan yang selalu tumbuh sedangkan luas kolam yang tidak mungkin bertambah, mengharuskan kita untuk selalu menjaga kepadatan kolam, alternatif yang bisa dilakukan, jangan memelihara terlalu banyak Koi dalam satu kolam, atau buat kolam yang relatif besar.

Nah itulah beberapa cara merawat kondisi kolam Koi yang bisa diterapkan dalam budidaya ikan Koi maupun hanya sekedar hobi saja, semoga bermanfaat. (#)

)*sumber: www.budidayaikankoi.com (Pak Sugito)

>>Back to: Artikel dan Tips!

Senin, 11 Januari 2016

Teknik Memelihara dan Cara Budidaya Ikan Koi

(Ilustrasi)

Ikan Koi atau ikan merupakan salah satu ikan primadona yang banyak digemari oleh masyarakat di berbagai macam belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Keberadaan ikan Koi atau ikan mas memberikan peluang tersendiri untuk para pebisnis dan pembudidaya ikan hias.

Selain karena harganya yang mahal, ikan yang satu ini tergolong mudah untuk dibudidayakan. Permintaan pasar akan ikan yang eksotis ini juga sangat tinggi. Bukan hanya untuk hiasan saja, namun sebagian orang yang hobi dan menggandrungi ikan mas rela merogoh kocek dalam-dalam untuk memiliki ikan Koi yang memiliki jenis tertentu.

Tak heran banyak orang yang tergiur dan ingin coba memelihara dan membudidaya ikan Koi. Sayangnya tak semua orang bisa dan mampu memelihara ikan Koi dengan baik. Salah-salah malah ikan yang niat awalnya dibudidayakan malah mati.

Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang perlu dan harus diperhatikan jika ingin mencoba memeilihara dan membudidayakan ikan Koi. Berikut ulasannya.

      1. Kolam Ikan Koi

Pemeliharaan ikan Koi dapat menggunakan bantuan media mulai dari kolam semen, kolam taman, kolam tanah, sampai dengan kolam terpal. Namun ada beberapa orang yang salah persepsi bahwa memelihara ikan Koi bisa di dalam aquarium. Hal tersebut sebenarnya salah, karena ikan Koi bisa hidup dengan baik hanya di tempat yang luas.

Mayoritas aquarium hanya memiliki luas yang terbatas. Jadi tidak cocok digunakan untuk memelihara ikan warna warni ini. Ukuran kolam ikan Koi yang ideal adalah minimal 1,5 meter x 2 meter, dan dengan kedalaman 80 sampai 50 cm.

Ukuran tersebut terbilang ideal karena jika terlalu dangkal, maka ikan Koi akan terkena paparan sinar matahari secara langsung sehingga mengakibatkan warna tubuhnya menjadi pucat. Selain itu usahakan kolam ikan Koi memiliki jarak dengan bibir kolam sebesar 25 cm untuk menghindari ikan lompat ke luar kolam.

      2. Air

Ikan Koi bisa hidup dengan baik jika habitatnya terjaga kebersihannya. Oleh sebab itu perlu perawatan ekstra untuk menjaga kebersihan dari air tempat hidup ikan Koi. Penggunaan filter berlapis diperlukan untuk menjaga kebersihan dan kejernihan air.

Selain itu juga harus diperhatikan tingkat keasaman air. Untuk pemeliharaan Koi yang baik pH air adalah 6,5 sampai dengan 8,5. Sirkulasi air di dalam kolam Koi juga harus terjaga. Karena itulah harus disediakan pompa yang dapat mengalirkan air sebanyak 25 liter per menit.

Namun jika pembudidaya tidak menggunakan bantuan penyaringan atau filter, maka diharuskan untuk mengganti air kolam dengan air yang bersih minimal sekali dalam dua minggu agar tetap terjaga kebersihannya.

      3. Pakan Ikan Koi

Pakan ikan Koi juga harus diperhatikan jika menginginkan hasil ikan Koi yang berkualitas tinggi. Pemilihan pakan yang bagus juga dapat membantu menjaga kesehatan Koi dan membuat warna kulit ikan Koi semakin terang dan tampak indah.

Pakan Koi sendiri bisa dibedakan menjadi dua, yakni pakan alami dan pakan buatan. Untuk membantu pertumbuhan Koi, dapat diberi makan wheat germ yang mengandung protein mencapai 32 %. Sangat bagus untuk mempercepat pertumbuhan ikan Koi.

Sedangkan pakan yang digunakan untuk membantu membuat warna ikan menjadi lebih terang adalah pakan yang mengandung karoten. Zat karoten tersebut dapat ditemui pada kepiting, salmon, udang-udangan, kutu air, jentik nyamuk, cacing darah, wortel, alga atau ganggang spirullina, sawi, kubis, semangka, sampai dengan cabai hijau. (#)

)*sumber: www.jokowarino.id

>>Back to: Artikel dan Tips!
 

Minggu, 10 Januari 2016

Cara Perawatan Ikan Koi yang Wajib Diketahui

(Ilustrasi)

Bila anda ingin memelihara ikan Koi, kita tentu harus dapat merawatnya dangan baik supaya ikan Koi tetap sehat dan terlihat bagus. Dengan perawatan yang baik ikan Koi akan tumbuh dengan sehat, bertambah besar dan tentu kelihatan menarik. Merawat ikan Koi bukanlah hal yang sulit, terutama bagi yang sudah terbiasa merawatnya. Namun demikian akan lain bila kita masih baru dalam hal merawat ikan Koi.

Perawatan ikan Koi yang salah bisa menyebabkan kematian ikan itu sendiri. Sangat disayangkan, mahal mahal kita beli ikan Koi tapi begitu beberapa hari di rawat malah mati.

Cara Merawat Ikan Koi

      1. Pemberian Pakan

Pakan berfungsi selain untuk membantu pembentukan tubuh ideal dan mencemerlangkan warna pada ikan Koi, juga sebagai media perantara untuk mengobati ikan Koi yang sakit. Jenis pakan yang diberikan bisa berupa pakan alami atau pakan pakan buatan. Yang terpenting pakan tersebut mengandung gizi seimbang sesuai dengan kebutuhan ikan Koi. Pakan sebaiknya diberikan dua kali sehari, pagi dan sore agar kebutuhan gizi ikan Koi terpenuhi.

      2. Menjaga Kualitas Air

Filter empat lapis juga perlu dipasang untuk menjaga kebersihan dan kelancaran pasokan air. Filter empat lapis adalah filter yang terdiri dari filter pertama yang terdiri dari kerikil, pasir, dan ijuk yang berfungsi menyaring sampah dan Lumpur yang mengotori kolam.

Filter kedua berupa karbon zeolit yang berfungsi menghilangkan racun, bau tak sedap, dan membunuh bibit penyakit. Filter ketiga berupa pestisida yang tak mematikan bakteri pengurai yang berperan dalam proses penjernihan air kolam. Sedangkan filter keempat berupa tanaman atau bebatuan yang dapat mengikat kotoran.

)*sumber: www.bibitikan.net

>>Back to: Artikel dan Tips!
 

Sabtu, 09 Januari 2016

Tips Lengkap Memelihara Ikan Koi

(Ilustrasi)

Memelihara ikan Koi di kolam halam rumah merupakan hal yang sangat menyenangkan, karena Koi mempunyai fisik yang indah dan unik mampu menyejukan pandangan dan menentramkan pikiran. Ikan Koi merupakan ikan asli yang berasal dari Jepang. Masyarakat Jepang sangat mempercayai kalau ikan ini membawa hoki bagi pemiliknya. Ikan ini juga dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai simbol cinta dan persahabatan yang abadi.

Terlepas dari itu semua bagi pecinta Koi pemula tentu banyak hal yang harus dipahami dan dipertimbangkan sebelum memulai memelihara ikan Koi. Banyak pecinta Koi pemula stress karena Koi yang dibeli dengan harga mahal mati setelah dimasukkan ke dalam kolam, alih-alih ingin mencari hiburan dengan melihat keindahan Koi berenang di kolam tetapi malah pusing melihat ikan Koi mengapung di kolam dan terus-terusan mati.

Tips Membeli Ikan Koi

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli Koi antara lain:

       1. Kualitas Koi

Kualitas Koi sesungguhnya sulit dilukiskan dengan kata-kata. Kualitas yang tinggi merupakan perpaduan antara warna-warna putih, merah, hitam, dan bentuk badan secara keseluruhan.

       2. Pola Warna Koi

Semua tanda-tanda dalam tubuh Koi haruslah seimbang. Bagian putih pada mulut dan bagian ekor paling penting. Kepala yang membentuk huruf seharusnya ideal.

       3. Warna Koi

Warna Koi yang dianggap bagus adalah yang benar-benar cemerlang. Artinya Jika dalam seekor Koi terdapat warna putih, maka putihnya harus benar-benar putih tanpa ada gradasi kehitam-hitaman.

       4. Bentuk Badan Koi

Bentuk badannya bisa dilihat saat Koi berenang, karena bentuk badan yang sempurna akan berpengaruh langsung pada gaya berenangnya. Demikian pula sebaliknya.

Cara Memelihara Ikan Koi yang Baik dan Benar

  • Pertama kita harus persiapkan kolam Koi yang benar dan yang mendukung untuk Koi nyaman hidup dan berenang dikolam tersebut, antara lain: jaga kualitas air kolam Koi karena itu merupakan penentu keberhasilan dalam merawat Koi. Caranya Kolam Koi harus terbebas dari zat-zat kimia, biasanya kolam Koi baru yang terbuat dari semen masih menyisakan bau yang berbahaya. Rendam kolam dengan air sampai beberapa hari suapaya bau semen hilang sekiranya seminggu terus kita ganti air dan seminggu kemudian kita ganti air lagi dan rendam selama 5-7 hari baru isi dengan ikan biasa dulu untuk cek air kolam apakah layak untuk dihuni ikan. Kualitas air untuk mendukung perkembangan Koi secara optimum adalah sebagai berikut:
          1. Suhu air berkisar 24-26°C;
          2. pH 7,2-7,4 (agak basa);
          3. Oksigen minimal 3-5 ppm;
          4. CO2 max 10 ppm;
          5. Nitrit max 0,2.
  • Beli ikan Koi jangan dipasar ikan kalau kamu tidak bisa mengkarantina ikan Koi, karena biasanya di pasar ikan itu bukan Koi karantina tapi Koi baru yang stress karena dari perjalanan jauh pengiriman. Dan ikan Koi yang stress pasti membawa penyakit, nah kalau dicampur ikan Koi lama pastilah game over semua.
  • Memilih Koi yang sehat cirinya lihat ingsang -nya kalau membiru Koi tersebut berpenyakit, kalau nafasnya tidak normal alias keburu-buru ikan tersebut stress, lihat badannya ada yang bercak merah atau siripnya merah jangan dibeli.
  • Jumlah Koi jangan terlalu bayak di dalam kolam, sesuaikan ukuran kolam dengan jumlah ikan yang dipelihara. Kolam penuh Koi membuatnya tidak tumbuh optimal dan mudah terserang penyakit.
  • Berikan makanan secukupnya dan pilihlah makanan Koi yang berkualitas seperti “San Koi” maupun lainnya yang khusus supaya terjamin kesehatannya.

Cara karantina Koi Sakit dan Koi Baru:
 
  • Pisahkan Koi yang sakit dengan cara memperhatikan perilaku ikan setiap saat. Ikan sakit biasanya menunjukkan perilaku yang tidak biasa, segera dikarantina dan diobati, dimana kekurangan oksigen juga menjadi penyebab kematian ikan Koi. Perhatikan apakah Koi selalu mengambang di pemukaan air sampil membuka mulutnya, perilaku ini akan lebih nampak di waktu subuh,jika demikian tambahkan aerator. Kalau ada tanda-tanda seperti itu langsung saja dipisahkan dan beri obat healthy fish yang warnanya biru lalu masukan Koi kedalam kolam karantina selama setengah hari; kemudian ganti air bersih selama 3 jam kemudian, da beri lagi obat tersebut selama sehari. Setelah itu cek di air bersih lagi apakah Koi sudah sembuh.
  • Jika menambah ikan baru hendaknya dikarantina terlebih dahulu, pastikan tidak membawa penyakit. Setelah pasti tidak membawa penyakit baru dimasukkan ke dalam kolam. Sistem karantinanya sama dengan cara mengkarantina Koi sakit.

Kolam Ikan Koi

Ikan Koi bisa dipelihara di kolam semen, kolam tanah, kolam taman. Merawatan ikan Koi dalam aquarium tidak dianjurkan. Karena Koi membutuhkan areal berenang luas dan dalam. Selain itu, keindahan Koi terletak pada punggungnya yang berwarna-warni. Kalau dipelihara dalam aquarium keelokan tubuh dan warna Koi tidak terlihat maksimal.

Ukuran kolam Koi dianjurkan minimal 1,5 x 2 m dengan kedalaman 80-50 cm. Jika kolam telalu dangkal, badan ikan akan terus-menerus kena sinar matahari. Terlalu banyak kena sinar matahari dapat merubah warna tubuh Koi jadi pucat dan pertumbuhan terhambat.

Perlu diperhatikan jarak air ke bibir kolam minimal 25 cm berguna untuk mencegah Koi melompat ke daratan. Kolam harus dilengkapi saluran pembuangan di bagian bawah. Di bagian atas kolam dipasang pipa untuk menyalurkan air bersih yang telah diendapkan.

Air untuk Ikan Koi

Filter empat lapis perlu dipasang untuk memperhatikan kebersihan dan kelancaran pasokan air. Filter empat lapis adalah:
  • Filter pertama terdiri dari kerikil, pasir, dan ijuk berfungsi menyaring sampah dan lumpur yang mengotori kolam.
  • Filter kedua berupa karbon zeolit berfungsi menghilangkan racun, bau tak sedap, dan membunuh bibit penyakit.
  • Filter ketiga berupa pestisida yang tak mematikan bakteri pengurai yang berperan dalam proses penjernihan air kolam.
  • Filter keempat berupa tanaman atau bebatuan yang dapat mengikat kotoran.

Derajat keasaman (pH) air yang cocok untuk pertumbuhan Koi adalah 6,5-8,5. Untuk memperhatikan sirkulasi air bisa dipasang pompa yang mampu menyalurkan air sebanyak 25 liter per menit. Dengan cara ini, air kolam tak perlu sering dibersihkan, tapi perlu membersihkan filter dan bak filter. Caranya, semprot filter dengan air bersih sekitar 5-10 menit.

Bila menggunakan penyaring ini, sebaiknya penggantian air lakukan dua minggu sekali. Tujuannya untuk membuang zat-zat racun dari sisa-sisa makanan yang terurai menjadi nitrit yang berbahaya bagi kesehatan ikan.

Cara Memberi Makan Ikan Koi

Pakan berfungsi untuk membentuk tubuh ideal dan mencemerlangkan warna pada ikan Koi, juga sebagai media perantara untuk mengobati ikan Koi yang sakit. Jenis pakan yang diberikan bisa berupa pakan alami atau pakan buatan. Pakan tersebut mengandung gizi seimbang sesuai dengan kebutuhan ikan Koi. Pakan sebaiknya diberikan dua kali sehari, pagi dan sore agar kebutuhan gizi ikan terpenuhi.

Jenis pakan yang digunakan untuk memacu pertumbuhan ikan Koi agar tubuh ideal adalah “Wheat Germ”. Pakan terbuat dari bahan yang mengandung protein tinggi, seperti gandum, tepung udang, tepung ikan, dan bungkil kacang kedelai.

Kandungan protein sekitar 32%. Selain itu wheat germ juga mengandung vitamin A,D, E, K, B2,B6, B12, niasin, vitamin C dan unsur-unsur mineral lain seperti kalsium, choline chloride, panthetonate, trace mineral, dan antioksidan.

Sementara, pakan untuk mencemerlangkan /mempertajam warna Koi adalah pakan mengandung zat karoten. Zat tersebut dapat merangsang munculnya warna pada ikan Koi. Secara alami di dalam tubuh ikan Koi terdapat zat karoten berupa antaxanthin menghasilkan warna merah, dan lutein menciptakan warna kuning kehijauan.

Pakan ikan Koi yang mengandung zat karoten diantaranya; wortel, alga atau ganggang spirullina, dan chlorella, semangka, sawi, kubis dan cabai hijau. Sedangkan pakan dari hewan bisa diberikan kepiting, udang-udangan, krill, trout, salmon, kutu air, jentik nyamuk, cacing rambut, dan cacing darah. (#)

)*sumber: www.dunia-hewan.net

>>Back to: Artikel dan Tips!
 

Jumat, 08 Januari 2016

Memelihara Koi bagi Pemula

(Ilustrasi)

Memelihara Koi merupakan hobi yang sangat menyenangkan, karena keindahan ikan Koi mampu menyejukkan pandangan dan menenteramkan pikiran. Koi berukuran jumbo yang berenang-renang di sekitar rumah menjadi hiburan tersendiri melepas kepenatan sehari bekerja. Sebagian masyarakat Jepang berkeyakinan bahwa memelihara Koi dapat mendatangkan hoki bagi pemiliknya. Akan tetapi sebagian orang tidak terlalu peduli dengan hal tersebut.

Yang jelas beberapa pecinta Koi memiliki pengalaman memelihara Koi dengan penuh ketekunan dan kesabaran, karena hobi tanpa disadari menghasilkan Koi dengan kualitas unggul dan menang dalam berbagai kontes akhirnya Koi -nya di hargai dengan harga mahal, mungkin ini yang disebut dengan hoki dalam memelihara Koi.

Terlepas dari itu semua bagi pecinta Koi pemula tentu banyak hal yang harus dipahami dan dipertimbangkan sebelum memulai memelihara ikan Koi. Banyak pecinta Koi pemula harus stress karena Koi yang dibeli dengan harga mahal mati setelah dimasukkan ke dalam kolam, alih-alih ingin mencari hiburan dengan melihat keindahan Koi berenang di kolam tetapi malah pusing melihat ikan Koi mengapung di kolam dan terus-terusan mati.

Jangan cemas, berikut ada beberapa tips dalam memelihara Koi bagi pemula, meski tidak menjamin 100% keberhasilan dalam memelihara Koi tetapi paling tidak meminimalkan resiko kematian.

      1. Persiapan Kolam Koi yang Baik

Kualitas air kolam Koi merupakan penentu keberhasilan dalam memelihara Koi, ahli Koi mengatakan bahwa memelihara Koi adalah menjaga kualitas air kolam yang baik. Kolam Koi harus terbebas dari zat-zat kimia, biasanya kolam Koi baru yang terbuat dari semen masih menyisakan bau yang berbahaya. Hilangkan terlebih dahulu dengan merendam dengan air sampai beberapa hari, dan jangan buru-buru memasukkan Koi ke dalam kolam. Setelah direndam buang air dan isi dengan air bersih.

      2. Memilih Koi yang Sehat

Banyak Jenis dan kualitas Koi tersedia di pasaran dan Koi Farm, dari yang berharga murah sampai berharga mahal. Pilih yang sesuai kondisi keuangan dan selera, yang penting Ikan Koi dalam Kondisi Sehat. Sebagian pecinta Koi menyarankan lebih baik memelihara Koi dengan kualitas baik 3 ekor daripada memelihara Koi jelek dengan jumlah 100 ekor.

      3. Menyesuaikan Ukuran Kolam

Jumlah Koi jangan terlalu padat di dalam kolam, sesuaikan ukuran kolam dengan jumlah ikan yang dipelihara. Kolam padat membuat koi tidak tumbuh optimal dan mudah terserang penyakit.

      4. Memberi Makan Koi

Jumlah makanan yag diberikan jangan berlebihan dan pilih makanan yang berkualitas baik. Banyak makanan Koi tersedia di pasaran dari yang berharga murah sampai mahal. Makanan Koi yang baik biasanya mahal karena sebagian diimpor dari Jepang. Selain makanan bermutu baik juga disesuaikan dengan kualitas Koi. Jangan sampai Koi berharga Rp 20 ribu diberi pakan seharga Rp 150 ribu per /Kg, hanya akan membuat kantong kering tapi pertumbuhan Koi tidak sebanding dengan dana. Memberikan makanan secara berlebihan membuat kolam cepat keruh,berapapun makanan yang diberikan Koi akan tetap makan tetapi segera dikeluarkan menjadi kotoran.

      5. Menjaga Kualitas Air Kolam dalam Kondisi Bersih

Kualitas air hendaknya dijaga selalu stabil dalam kondisi bersih, jangan sampai ada perubahan suhu dan kondisi air yang sangat mencolok. Menjaga Kualitas air kolam dilakukan dengan membuat sistem filter yang baik. Selain dengan sistem filter kolam yang baik, perlu penggantian air sebanyak 10% maksimum 1 minggu sekali, jika diperlukan lebih sering dari itu. Faktor penentu warna Koi antara lain kualitas Koi /bloodline (70%), air (20%), dan faktor lainnya (10%).

      6. Mengkarantina Ikan Baru

Jika menambah ikan baru hendaknya dikarantina terlebih dahulu, pastikan tidak membawa penyakit. Setelah pasti tidak membawa penyakit baru dimasukkan ke dalam kolam.

      7. Memperhatikan Prilaku Ikan

Perhatikan perilaku ikan setiap saat, ikan sakit biasanya menunjukkan perilaku yang tidak biasa, segera dikarantina dan diobati. Kekurangan oksigen juga menjadi penyebab kematian ikan Koi, perhatikan apakah Koi selalu mengambang di pemukaan air sampil membuka mulutnya, perilaku ini akan lebih nampak di waktu subuh, jika demikian tambahkan aerator.

      8. Koi bagi Pemula

Memelihara Koi bagi pemula sebaiknya dilakukan dari ukuran kecil kurang lebih 10-20 cm agar dapat belajar mengamati perkembangan Koi dari waktu ke waktu. Pada ukuran tersebut biasanya sudah cukup mudah untuk dipelihara dan harga masih cukup murah.

Nah, demikian teman-teman beberapa info yang bisa dibagi. Moga artikel ini bermanfaat. Selamat memelihara Koi! ... (#)

)*sumber: www.centralkoi.com

>>Back to: Artikel dan Tips!