#UPDATE INFO:

Selasa, 12 Januari 2016

Merawat Kondisi Air Kolam Ikan Koi

(Ilustrasi)

Merawat kondisi air kolam ikan Koi adalah prioritas utama penghobi Koi agar ikan peliharaannya selalu sehat, tidak hanya untuk para pehobi merawat kondisi kolam dan airnya juga wajib dilakukan oleh para pembudidaya ikan Koi, karena memang air kolamlah sarana untuk memelihara ikan, jadi baik buruk kualitas ikan akan turut ditentukan oleh kebersihan kolam.

Merawat kebersihan air kolam juga dilakukan untuk menjaga kualitas warna ikan Koi, hal yang bisa dilakukan diantaranya menjaga selalu kejernihan air, menjaga keseimbangan PH, dan menjaga agar air tidak keruh.

Tips Menjaga Kondisi Air Kolam Ikan

Menjaga kondisi air kolam ikan Koi, yang pertama dengan menyortir jumlah ikan Koi yang anda pelihara disesuaikan dengan luas kolam, agar kandungan amonia dalam air kolam akibat proses kotoran Koi tetap dalam ambang batas yang normal. Penyortiran berkala wajib dilakukan mengingat luas kolam yang stagnan sudah tidak sesuai dengan Koi yang terus tumbuh makin membesar.

Berikan media pembantu untuk menyuplai kadar oksigen air kolam yang cukup untuk kesehatan Koi. Media tersebut misalnya : air terjun mini, filter untuk sirkulasi air yang bagus, dan aerator.

Media Pendukung untuk Merawat Kolam Ikan Koi

Pilih filter air yang bagus agar zat-zat kimia dalam air dapat tersaring dengan sempurna. Sehingga air selalu bersih dan menyehatkan bagi kehidupan Koi.

Sebaiknya bangun kolam dalam tanah sesuai desain yang anda sukai, 70% luas kolam dapat anda jadikan kolam dan sisanya 30% untuk membuat system ruang filter yang mendukung tingkat kebersihan kolam. Kedalam kolam yang baik sekitar 1 sampai 2 m untuk menciptakan suhu air kolam yang stabil di siang dan malam hari. Kolam yang dalam membuat Koi lebih cepat besar dan merasa terlindungi dari gangguan.

Jangan menciptakan area mati dalam kolam anda, system arus air yang baik yaitu air selalu mengalir dari sumber air (air terjun buatan) menuju semua sudut kolam. Hal ini untuk mencegah tumbuh kembangnya bakteri.

Beberapa yang Harus Dihindari untuk Menjaga Kualitas Ikan Koi

Hindari membuat sudut 90 derajat pada sudut-sudut kolam sehingga dapat menciptakan area mati. Sebaiknya membuat sudut lengkung agar air mengalir sempurna. Kuras air kolam Koi anda secara berkala jika dirasa perlu tidakan penggantian air seluruhnya. Jika terdapat indikasi air kolam telah tercampur dengan benda (zat-zat) yang dapat membunuh Koi.

Buatlah di bagian tengah kolam lebih dalam membentuk sudut 20-40 derajat dengan kedua sisi kolam. Untuk mempermudah membersihkan kotoran koi, sehingga anda dapat menjaga kondisi air kolam ikan Koi.

Cara Merawat Kolam Ikan agar Selalu Jernih

Untuk menjaga kejernihan air hal-hal yang bisa kita lakukan diataranya, ada yang harus dilakukan dan ada yang harus dihindari, hal yang harus dilakukan misalnya memasang filter kolam, menjaga PH air dan menjaga kebersihan pipa filter. Memasang filter air pada kolam ikan dapat dilakukan untuk menyaring kotoran dalam kolam yang berupa kotoran ikan itu sendiri atau sisa makanan.

Adapun yang harus dihindari diantaranya, jangan terlalu banyak terkena sinar matahari, karena hal ini akan memicu tumbuhnya lumut. Lakukan juga pengurangan populasi ikan secra berkala, ikan yang selalu tumbuh sedangkan luas kolam yang tidak mungkin bertambah, mengharuskan kita untuk selalu menjaga kepadatan kolam, alternatif yang bisa dilakukan, jangan memelihara terlalu banyak Koi dalam satu kolam, atau buat kolam yang relatif besar.

Nah itulah beberapa cara merawat kondisi kolam Koi yang bisa diterapkan dalam budidaya ikan Koi maupun hanya sekedar hobi saja, semoga bermanfaat. (#)

)*sumber: www.budidayaikankoi.com (Pak Sugito)

>>Back to: Artikel dan Tips!

Senin, 11 Januari 2016

Teknik Memelihara dan Cara Budidaya Ikan Koi

(Ilustrasi)

Ikan Koi atau ikan merupakan salah satu ikan primadona yang banyak digemari oleh masyarakat di berbagai macam belahan dunia, tak terkecuali Indonesia. Keberadaan ikan Koi atau ikan mas memberikan peluang tersendiri untuk para pebisnis dan pembudidaya ikan hias.

Selain karena harganya yang mahal, ikan yang satu ini tergolong mudah untuk dibudidayakan. Permintaan pasar akan ikan yang eksotis ini juga sangat tinggi. Bukan hanya untuk hiasan saja, namun sebagian orang yang hobi dan menggandrungi ikan mas rela merogoh kocek dalam-dalam untuk memiliki ikan Koi yang memiliki jenis tertentu.

Tak heran banyak orang yang tergiur dan ingin coba memelihara dan membudidaya ikan Koi. Sayangnya tak semua orang bisa dan mampu memelihara ikan Koi dengan baik. Salah-salah malah ikan yang niat awalnya dibudidayakan malah mati.

Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang perlu dan harus diperhatikan jika ingin mencoba memeilihara dan membudidayakan ikan Koi. Berikut ulasannya.

      1. Kolam Ikan Koi

Pemeliharaan ikan Koi dapat menggunakan bantuan media mulai dari kolam semen, kolam taman, kolam tanah, sampai dengan kolam terpal. Namun ada beberapa orang yang salah persepsi bahwa memelihara ikan Koi bisa di dalam aquarium. Hal tersebut sebenarnya salah, karena ikan Koi bisa hidup dengan baik hanya di tempat yang luas.

Mayoritas aquarium hanya memiliki luas yang terbatas. Jadi tidak cocok digunakan untuk memelihara ikan warna warni ini. Ukuran kolam ikan Koi yang ideal adalah minimal 1,5 meter x 2 meter, dan dengan kedalaman 80 sampai 50 cm.

Ukuran tersebut terbilang ideal karena jika terlalu dangkal, maka ikan Koi akan terkena paparan sinar matahari secara langsung sehingga mengakibatkan warna tubuhnya menjadi pucat. Selain itu usahakan kolam ikan Koi memiliki jarak dengan bibir kolam sebesar 25 cm untuk menghindari ikan lompat ke luar kolam.

      2. Air

Ikan Koi bisa hidup dengan baik jika habitatnya terjaga kebersihannya. Oleh sebab itu perlu perawatan ekstra untuk menjaga kebersihan dari air tempat hidup ikan Koi. Penggunaan filter berlapis diperlukan untuk menjaga kebersihan dan kejernihan air.

Selain itu juga harus diperhatikan tingkat keasaman air. Untuk pemeliharaan Koi yang baik pH air adalah 6,5 sampai dengan 8,5. Sirkulasi air di dalam kolam Koi juga harus terjaga. Karena itulah harus disediakan pompa yang dapat mengalirkan air sebanyak 25 liter per menit.

Namun jika pembudidaya tidak menggunakan bantuan penyaringan atau filter, maka diharuskan untuk mengganti air kolam dengan air yang bersih minimal sekali dalam dua minggu agar tetap terjaga kebersihannya.

      3. Pakan Ikan Koi

Pakan ikan Koi juga harus diperhatikan jika menginginkan hasil ikan Koi yang berkualitas tinggi. Pemilihan pakan yang bagus juga dapat membantu menjaga kesehatan Koi dan membuat warna kulit ikan Koi semakin terang dan tampak indah.

Pakan Koi sendiri bisa dibedakan menjadi dua, yakni pakan alami dan pakan buatan. Untuk membantu pertumbuhan Koi, dapat diberi makan wheat germ yang mengandung protein mencapai 32 %. Sangat bagus untuk mempercepat pertumbuhan ikan Koi.

Sedangkan pakan yang digunakan untuk membantu membuat warna ikan menjadi lebih terang adalah pakan yang mengandung karoten. Zat karoten tersebut dapat ditemui pada kepiting, salmon, udang-udangan, kutu air, jentik nyamuk, cacing darah, wortel, alga atau ganggang spirullina, sawi, kubis, semangka, sampai dengan cabai hijau. (#)

)*sumber: www.jokowarino.id

>>Back to: Artikel dan Tips!
 

Minggu, 10 Januari 2016

Cara Perawatan Ikan Koi yang Wajib Diketahui

(Ilustrasi)

Bila anda ingin memelihara ikan Koi, kita tentu harus dapat merawatnya dangan baik supaya ikan Koi tetap sehat dan terlihat bagus. Dengan perawatan yang baik ikan Koi akan tumbuh dengan sehat, bertambah besar dan tentu kelihatan menarik. Merawat ikan Koi bukanlah hal yang sulit, terutama bagi yang sudah terbiasa merawatnya. Namun demikian akan lain bila kita masih baru dalam hal merawat ikan Koi.

Perawatan ikan Koi yang salah bisa menyebabkan kematian ikan itu sendiri. Sangat disayangkan, mahal mahal kita beli ikan Koi tapi begitu beberapa hari di rawat malah mati.

Cara Merawat Ikan Koi

      1. Pemberian Pakan

Pakan berfungsi selain untuk membantu pembentukan tubuh ideal dan mencemerlangkan warna pada ikan Koi, juga sebagai media perantara untuk mengobati ikan Koi yang sakit. Jenis pakan yang diberikan bisa berupa pakan alami atau pakan pakan buatan. Yang terpenting pakan tersebut mengandung gizi seimbang sesuai dengan kebutuhan ikan Koi. Pakan sebaiknya diberikan dua kali sehari, pagi dan sore agar kebutuhan gizi ikan Koi terpenuhi.

      2. Menjaga Kualitas Air

Filter empat lapis juga perlu dipasang untuk menjaga kebersihan dan kelancaran pasokan air. Filter empat lapis adalah filter yang terdiri dari filter pertama yang terdiri dari kerikil, pasir, dan ijuk yang berfungsi menyaring sampah dan Lumpur yang mengotori kolam.

Filter kedua berupa karbon zeolit yang berfungsi menghilangkan racun, bau tak sedap, dan membunuh bibit penyakit. Filter ketiga berupa pestisida yang tak mematikan bakteri pengurai yang berperan dalam proses penjernihan air kolam. Sedangkan filter keempat berupa tanaman atau bebatuan yang dapat mengikat kotoran.

)*sumber: www.bibitikan.net

>>Back to: Artikel dan Tips!
 

Sabtu, 09 Januari 2016

Tips Lengkap Memelihara Ikan Koi

(Ilustrasi)

Memelihara ikan Koi di kolam halam rumah merupakan hal yang sangat menyenangkan, karena Koi mempunyai fisik yang indah dan unik mampu menyejukan pandangan dan menentramkan pikiran. Ikan Koi merupakan ikan asli yang berasal dari Jepang. Masyarakat Jepang sangat mempercayai kalau ikan ini membawa hoki bagi pemiliknya. Ikan ini juga dipercaya oleh masyarakat Jepang sebagai simbol cinta dan persahabatan yang abadi.

Terlepas dari itu semua bagi pecinta Koi pemula tentu banyak hal yang harus dipahami dan dipertimbangkan sebelum memulai memelihara ikan Koi. Banyak pecinta Koi pemula stress karena Koi yang dibeli dengan harga mahal mati setelah dimasukkan ke dalam kolam, alih-alih ingin mencari hiburan dengan melihat keindahan Koi berenang di kolam tetapi malah pusing melihat ikan Koi mengapung di kolam dan terus-terusan mati.

Tips Membeli Ikan Koi

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli Koi antara lain:

       1. Kualitas Koi

Kualitas Koi sesungguhnya sulit dilukiskan dengan kata-kata. Kualitas yang tinggi merupakan perpaduan antara warna-warna putih, merah, hitam, dan bentuk badan secara keseluruhan.

       2. Pola Warna Koi

Semua tanda-tanda dalam tubuh Koi haruslah seimbang. Bagian putih pada mulut dan bagian ekor paling penting. Kepala yang membentuk huruf seharusnya ideal.

       3. Warna Koi

Warna Koi yang dianggap bagus adalah yang benar-benar cemerlang. Artinya Jika dalam seekor Koi terdapat warna putih, maka putihnya harus benar-benar putih tanpa ada gradasi kehitam-hitaman.

       4. Bentuk Badan Koi

Bentuk badannya bisa dilihat saat Koi berenang, karena bentuk badan yang sempurna akan berpengaruh langsung pada gaya berenangnya. Demikian pula sebaliknya.

Cara Memelihara Ikan Koi yang Baik dan Benar

  • Pertama kita harus persiapkan kolam Koi yang benar dan yang mendukung untuk Koi nyaman hidup dan berenang dikolam tersebut, antara lain: jaga kualitas air kolam Koi karena itu merupakan penentu keberhasilan dalam merawat Koi. Caranya Kolam Koi harus terbebas dari zat-zat kimia, biasanya kolam Koi baru yang terbuat dari semen masih menyisakan bau yang berbahaya. Rendam kolam dengan air sampai beberapa hari suapaya bau semen hilang sekiranya seminggu terus kita ganti air dan seminggu kemudian kita ganti air lagi dan rendam selama 5-7 hari baru isi dengan ikan biasa dulu untuk cek air kolam apakah layak untuk dihuni ikan. Kualitas air untuk mendukung perkembangan Koi secara optimum adalah sebagai berikut:
          1. Suhu air berkisar 24-26°C;
          2. pH 7,2-7,4 (agak basa);
          3. Oksigen minimal 3-5 ppm;
          4. CO2 max 10 ppm;
          5. Nitrit max 0,2.
  • Beli ikan Koi jangan dipasar ikan kalau kamu tidak bisa mengkarantina ikan Koi, karena biasanya di pasar ikan itu bukan Koi karantina tapi Koi baru yang stress karena dari perjalanan jauh pengiriman. Dan ikan Koi yang stress pasti membawa penyakit, nah kalau dicampur ikan Koi lama pastilah game over semua.
  • Memilih Koi yang sehat cirinya lihat ingsang -nya kalau membiru Koi tersebut berpenyakit, kalau nafasnya tidak normal alias keburu-buru ikan tersebut stress, lihat badannya ada yang bercak merah atau siripnya merah jangan dibeli.
  • Jumlah Koi jangan terlalu bayak di dalam kolam, sesuaikan ukuran kolam dengan jumlah ikan yang dipelihara. Kolam penuh Koi membuatnya tidak tumbuh optimal dan mudah terserang penyakit.
  • Berikan makanan secukupnya dan pilihlah makanan Koi yang berkualitas seperti “San Koi” maupun lainnya yang khusus supaya terjamin kesehatannya.

Cara karantina Koi Sakit dan Koi Baru:
 
  • Pisahkan Koi yang sakit dengan cara memperhatikan perilaku ikan setiap saat. Ikan sakit biasanya menunjukkan perilaku yang tidak biasa, segera dikarantina dan diobati, dimana kekurangan oksigen juga menjadi penyebab kematian ikan Koi. Perhatikan apakah Koi selalu mengambang di pemukaan air sampil membuka mulutnya, perilaku ini akan lebih nampak di waktu subuh,jika demikian tambahkan aerator. Kalau ada tanda-tanda seperti itu langsung saja dipisahkan dan beri obat healthy fish yang warnanya biru lalu masukan Koi kedalam kolam karantina selama setengah hari; kemudian ganti air bersih selama 3 jam kemudian, da beri lagi obat tersebut selama sehari. Setelah itu cek di air bersih lagi apakah Koi sudah sembuh.
  • Jika menambah ikan baru hendaknya dikarantina terlebih dahulu, pastikan tidak membawa penyakit. Setelah pasti tidak membawa penyakit baru dimasukkan ke dalam kolam. Sistem karantinanya sama dengan cara mengkarantina Koi sakit.

Kolam Ikan Koi

Ikan Koi bisa dipelihara di kolam semen, kolam tanah, kolam taman. Merawatan ikan Koi dalam aquarium tidak dianjurkan. Karena Koi membutuhkan areal berenang luas dan dalam. Selain itu, keindahan Koi terletak pada punggungnya yang berwarna-warni. Kalau dipelihara dalam aquarium keelokan tubuh dan warna Koi tidak terlihat maksimal.

Ukuran kolam Koi dianjurkan minimal 1,5 x 2 m dengan kedalaman 80-50 cm. Jika kolam telalu dangkal, badan ikan akan terus-menerus kena sinar matahari. Terlalu banyak kena sinar matahari dapat merubah warna tubuh Koi jadi pucat dan pertumbuhan terhambat.

Perlu diperhatikan jarak air ke bibir kolam minimal 25 cm berguna untuk mencegah Koi melompat ke daratan. Kolam harus dilengkapi saluran pembuangan di bagian bawah. Di bagian atas kolam dipasang pipa untuk menyalurkan air bersih yang telah diendapkan.

Air untuk Ikan Koi

Filter empat lapis perlu dipasang untuk memperhatikan kebersihan dan kelancaran pasokan air. Filter empat lapis adalah:
  • Filter pertama terdiri dari kerikil, pasir, dan ijuk berfungsi menyaring sampah dan lumpur yang mengotori kolam.
  • Filter kedua berupa karbon zeolit berfungsi menghilangkan racun, bau tak sedap, dan membunuh bibit penyakit.
  • Filter ketiga berupa pestisida yang tak mematikan bakteri pengurai yang berperan dalam proses penjernihan air kolam.
  • Filter keempat berupa tanaman atau bebatuan yang dapat mengikat kotoran.

Derajat keasaman (pH) air yang cocok untuk pertumbuhan Koi adalah 6,5-8,5. Untuk memperhatikan sirkulasi air bisa dipasang pompa yang mampu menyalurkan air sebanyak 25 liter per menit. Dengan cara ini, air kolam tak perlu sering dibersihkan, tapi perlu membersihkan filter dan bak filter. Caranya, semprot filter dengan air bersih sekitar 5-10 menit.

Bila menggunakan penyaring ini, sebaiknya penggantian air lakukan dua minggu sekali. Tujuannya untuk membuang zat-zat racun dari sisa-sisa makanan yang terurai menjadi nitrit yang berbahaya bagi kesehatan ikan.

Cara Memberi Makan Ikan Koi

Pakan berfungsi untuk membentuk tubuh ideal dan mencemerlangkan warna pada ikan Koi, juga sebagai media perantara untuk mengobati ikan Koi yang sakit. Jenis pakan yang diberikan bisa berupa pakan alami atau pakan buatan. Pakan tersebut mengandung gizi seimbang sesuai dengan kebutuhan ikan Koi. Pakan sebaiknya diberikan dua kali sehari, pagi dan sore agar kebutuhan gizi ikan terpenuhi.

Jenis pakan yang digunakan untuk memacu pertumbuhan ikan Koi agar tubuh ideal adalah “Wheat Germ”. Pakan terbuat dari bahan yang mengandung protein tinggi, seperti gandum, tepung udang, tepung ikan, dan bungkil kacang kedelai.

Kandungan protein sekitar 32%. Selain itu wheat germ juga mengandung vitamin A,D, E, K, B2,B6, B12, niasin, vitamin C dan unsur-unsur mineral lain seperti kalsium, choline chloride, panthetonate, trace mineral, dan antioksidan.

Sementara, pakan untuk mencemerlangkan /mempertajam warna Koi adalah pakan mengandung zat karoten. Zat tersebut dapat merangsang munculnya warna pada ikan Koi. Secara alami di dalam tubuh ikan Koi terdapat zat karoten berupa antaxanthin menghasilkan warna merah, dan lutein menciptakan warna kuning kehijauan.

Pakan ikan Koi yang mengandung zat karoten diantaranya; wortel, alga atau ganggang spirullina, dan chlorella, semangka, sawi, kubis dan cabai hijau. Sedangkan pakan dari hewan bisa diberikan kepiting, udang-udangan, krill, trout, salmon, kutu air, jentik nyamuk, cacing rambut, dan cacing darah. (#)

)*sumber: www.dunia-hewan.net

>>Back to: Artikel dan Tips!
 

Jumat, 08 Januari 2016

Memelihara Koi bagi Pemula

(Ilustrasi)

Memelihara Koi merupakan hobi yang sangat menyenangkan, karena keindahan ikan Koi mampu menyejukkan pandangan dan menenteramkan pikiran. Koi berukuran jumbo yang berenang-renang di sekitar rumah menjadi hiburan tersendiri melepas kepenatan sehari bekerja. Sebagian masyarakat Jepang berkeyakinan bahwa memelihara Koi dapat mendatangkan hoki bagi pemiliknya. Akan tetapi sebagian orang tidak terlalu peduli dengan hal tersebut.

Yang jelas beberapa pecinta Koi memiliki pengalaman memelihara Koi dengan penuh ketekunan dan kesabaran, karena hobi tanpa disadari menghasilkan Koi dengan kualitas unggul dan menang dalam berbagai kontes akhirnya Koi -nya di hargai dengan harga mahal, mungkin ini yang disebut dengan hoki dalam memelihara Koi.

Terlepas dari itu semua bagi pecinta Koi pemula tentu banyak hal yang harus dipahami dan dipertimbangkan sebelum memulai memelihara ikan Koi. Banyak pecinta Koi pemula harus stress karena Koi yang dibeli dengan harga mahal mati setelah dimasukkan ke dalam kolam, alih-alih ingin mencari hiburan dengan melihat keindahan Koi berenang di kolam tetapi malah pusing melihat ikan Koi mengapung di kolam dan terus-terusan mati.

Jangan cemas, berikut ada beberapa tips dalam memelihara Koi bagi pemula, meski tidak menjamin 100% keberhasilan dalam memelihara Koi tetapi paling tidak meminimalkan resiko kematian.

      1. Persiapan Kolam Koi yang Baik

Kualitas air kolam Koi merupakan penentu keberhasilan dalam memelihara Koi, ahli Koi mengatakan bahwa memelihara Koi adalah menjaga kualitas air kolam yang baik. Kolam Koi harus terbebas dari zat-zat kimia, biasanya kolam Koi baru yang terbuat dari semen masih menyisakan bau yang berbahaya. Hilangkan terlebih dahulu dengan merendam dengan air sampai beberapa hari, dan jangan buru-buru memasukkan Koi ke dalam kolam. Setelah direndam buang air dan isi dengan air bersih.

      2. Memilih Koi yang Sehat

Banyak Jenis dan kualitas Koi tersedia di pasaran dan Koi Farm, dari yang berharga murah sampai berharga mahal. Pilih yang sesuai kondisi keuangan dan selera, yang penting Ikan Koi dalam Kondisi Sehat. Sebagian pecinta Koi menyarankan lebih baik memelihara Koi dengan kualitas baik 3 ekor daripada memelihara Koi jelek dengan jumlah 100 ekor.

      3. Menyesuaikan Ukuran Kolam

Jumlah Koi jangan terlalu padat di dalam kolam, sesuaikan ukuran kolam dengan jumlah ikan yang dipelihara. Kolam padat membuat koi tidak tumbuh optimal dan mudah terserang penyakit.

      4. Memberi Makan Koi

Jumlah makanan yag diberikan jangan berlebihan dan pilih makanan yang berkualitas baik. Banyak makanan Koi tersedia di pasaran dari yang berharga murah sampai mahal. Makanan Koi yang baik biasanya mahal karena sebagian diimpor dari Jepang. Selain makanan bermutu baik juga disesuaikan dengan kualitas Koi. Jangan sampai Koi berharga Rp 20 ribu diberi pakan seharga Rp 150 ribu per /Kg, hanya akan membuat kantong kering tapi pertumbuhan Koi tidak sebanding dengan dana. Memberikan makanan secara berlebihan membuat kolam cepat keruh,berapapun makanan yang diberikan Koi akan tetap makan tetapi segera dikeluarkan menjadi kotoran.

      5. Menjaga Kualitas Air Kolam dalam Kondisi Bersih

Kualitas air hendaknya dijaga selalu stabil dalam kondisi bersih, jangan sampai ada perubahan suhu dan kondisi air yang sangat mencolok. Menjaga Kualitas air kolam dilakukan dengan membuat sistem filter yang baik. Selain dengan sistem filter kolam yang baik, perlu penggantian air sebanyak 10% maksimum 1 minggu sekali, jika diperlukan lebih sering dari itu. Faktor penentu warna Koi antara lain kualitas Koi /bloodline (70%), air (20%), dan faktor lainnya (10%).

      6. Mengkarantina Ikan Baru

Jika menambah ikan baru hendaknya dikarantina terlebih dahulu, pastikan tidak membawa penyakit. Setelah pasti tidak membawa penyakit baru dimasukkan ke dalam kolam.

      7. Memperhatikan Prilaku Ikan

Perhatikan perilaku ikan setiap saat, ikan sakit biasanya menunjukkan perilaku yang tidak biasa, segera dikarantina dan diobati. Kekurangan oksigen juga menjadi penyebab kematian ikan Koi, perhatikan apakah Koi selalu mengambang di pemukaan air sampil membuka mulutnya, perilaku ini akan lebih nampak di waktu subuh, jika demikian tambahkan aerator.

      8. Koi bagi Pemula

Memelihara Koi bagi pemula sebaiknya dilakukan dari ukuran kecil kurang lebih 10-20 cm agar dapat belajar mengamati perkembangan Koi dari waktu ke waktu. Pada ukuran tersebut biasanya sudah cukup mudah untuk dipelihara dan harga masih cukup murah.

Nah, demikian teman-teman beberapa info yang bisa dibagi. Moga artikel ini bermanfaat. Selamat memelihara Koi! ... (#)

)*sumber: www.centralkoi.com

>>Back to: Artikel dan Tips!
 

Kamis, 07 Januari 2016

Tips Perlunya Vaksinasi pada Anjing dan Kucing

(Ilustrasi)

Mengapa Anjing dan Kucing Perlu Vaksin?

Salah satu rutinitas yang harus dilakukan oleh pemilik hewan kesayangan adalah vaksinasi. Tidak berbeda dengan manusia, vaksinasi memiliki tujuan untuk memberikan kekebalan secara imunologis kepada hewan kesayangan agar nantnya hewan memiliki pertahanan tubuh yang baik terhadap agen penyakit infeksi (imunitas). Sistem imun memiliki peranan yang sangat penting, salah satu fungsi penting sistem ini adalah melindungi kucing dan anjing dari berbagai infeksi yang disebabkan agen penyakit seperti virus, bakteri, maupun parasite.Vaksin merupakan bahan antigenik yang telah dimodifikasi dari bagian virus atau bakteri, ataupun dari mikroorganisme yang telah dilemahkan sehingga dapat memicu timbulnya kekebalan tubuh tanpa menyebabkan gangguan yang berarti.

Vaksin telah menjalani serangkaian uji coba secara klinis dari segi kualitas dan kuantitas sebelum dipasarkan dengan tunjuan untuk memastikan vaksin tersebut protektif, aman dan dan efektif dalam mencegah penyakit. Vaksin mengandung antigen yang ketika diberikan dalam bentuk injeksi, nasal maupun oral, dapat menyebabkan sistem imun merespon dengan memberikan proteksi terhadap tubuh berupa pembentukan antibodi, sel memori akan terbentuk sehingga apabila terdapat penyakit yang spesifik dengan vaksin tersebut, antibodi yang dihasilkan akan mampu mencegah tubuh dari penyakit. Pada kucing dan anjing biasanya bentuk sediaan vaksin adalah injeksi.

Membangun Sistem Imunitas hewan kesayangan

Vaksinasi dapat mencegah terjadi gangguan kesehatan dan tingkat kematian yang tinggi pada hewan kesayangan, akibat terserang infeksi penyakit virus mapun bakteri. Hingga saat ini, penyakit yang disebabkan oleh virus belum ada obat yang efektif untuk mengatasi infeksi tersebut, yang dapat membuat hewan bertahan adalah sistem imunitas tubuh hewan. Anjing dan kucing yang telah divaksin akan memiliki kekebalan tubuh lebih tinggi dari sebelumnya, dimana kekebalan ini menjadi tameng pertama saat agen infeksius masuk ke dalam tubuh, sehingga tidak menimbulkan gejala penyakit.

Yang perlu diperhatikan sebelum hewan divaksinasi

Saat hewan akan divaksinasi, hewan harus dalam kondisi sehat, karena vaksinasi merupakan suatu tindakan memasukkan bibit penyakit yang dilemahkan dengan tujuan untuk merangsang sistem imun. Kondisi tubuh hewan harus sehat secara klinis, artinya temperatur tubuh normal ( 38-39,5°C), nafsu makan baik, tidak diare, tidak batuk,tidak bersin, dan tidak terjangkit parasit seperti kutu. Tidak disarankan melakukan vaksinasi pada saat kondisi tubuh lemah, baru dalam perjalanan jauh, pada saat hamil, maupun hewan yang baru diadopsi. Disamping itu lebih baik telah dilakukan deworming (pengobatan cacing) sebelum divaksinasi.

Penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian vaksin pada hewan

Pada kucing vaksin yang umum diberikan biasanya mengandung antigen spesifik untuk penyakit yang disebabkan Feline panleukopenia virus, Calici virus, Rhino trachetis virus , chlamidia dan Rabies. Sedangkan pada Anjing, antigen yang dikandung spesifik pada Parvo virus, Distemper virus, Hepatitis virus, Parainfluenza, Leptospira dan Rabies.

Waktu yang tepat untuk vaksinasi pada Anjing dan Kucing

Kucing dan anjing secara alami menerima antibodi maternal dari kolostrum air susu induknya. Setelah lebih kurang 2 bulan, antibodi anak akan menurun sehingga sangat rentan terjangkit penyakit. Maka dari itu, vaksinasi dianjurkan sedini mungkin pada anak anjing dan kucing dimulai pada usia 8-9 minggu, lalu dilakukan pengulangan / booster 3-4 minggu kemudian. Setelah booster pertama, berikan waktu 12 bulan untuk memastikan tingkat proteksi yang diberikan vaksin cukup kuat. Setelah itu frekuensi booster selanjutnya dapat diberikan 1-3 tahun tergantung jenis vaksin, penyakit dan risiko paparan. Kucing dan anjing yang hidup dalam populasi yang padat biasanya membutuhkan vaksinasi tahunan karena risiko paparan terhadap penyakit lebih tinggi.

Efek samping pasca pemberian vaksin pada kucing

Efek samping pasca pemberian vaksin sangat jarang terjadi. yang paling sering berupa reaksi ringan, seperti sakit atau bengkak pada daerah injeksi, demam, lemas, dan berkurangnya nafsu makan. Hal tersebut hanya akan terjadi selama beberapa jam sampai beberapa hari, dan selanjutnya kembali normal. Setelah dilakukan vaksinasi, ada baiknya anda mengawasi peliharaan anda secara intesif dan menjaga komunikasi dengan dokter hewan pribadi, karena pada kasus tertentu (meski sangat jarang), alergi terhadap adjuvant/bahan-bahan tambahan pada vaksin dapat menyebabkan shock anafilaksis, dengan gejala sesak nafas, muntah, dan kejang. Jika kondisi itu terjadi pada hewan kesayangan anda setelah vaksinasi, segera datangi dokter hewan terdekat untuk mendapatkan perawatan darurat.

)*sumber: www.pecintasatwa.com (Herinda Pertiwi, drh, MSi)

>>Back to: Artikel dan Tips!
 

Rabu, 06 Januari 2016

Jenis-jenis Kucing yang Paling Digemari Cat Lovers

(Ilustrasi)

Kucing merupakan jenis binatang yang cukup populer di manca negara, bahkan di Indonesia. Banyak masyarakat Indonesia yang tertarik untuk memilih jenis hewan tersebut sebagai peliharaannya. Mungkin yang disebabkan mereka memilih hewan tipe ini, karena keindahan bulunya, kebaikan sifatnya, serta karakteristiknya yang unik dan menarik, sehingga memang pantas dan tepat untuk di jadikan hewan peliharaan. Berikut adalah jenis-jenis kucing populer di Indonesia yang perlu anda ketahui.

        1. Persia

Kucing Persia adalah ras kucing yang paling populer di dunia, asal mula kucing ini berasal dari Persia yang pada detik ini (disebut dengan negara Iran). Namun saat ini kucing Persia lebih dikembangkan di negara Inggris dan Amerika yang pada realitasnya sudah menjadi distributor terbesar untuk penghasil kucing Persia.


  • Nama: Persia
  • Asal: Iran
  • Standar Ras: TICA, FIFe, CFA, ACF, CCA, AACE, ACFA /CAA
  • Karakter: Pendiam, penyayang, tidak terlalu aktif, setia
  • Jenis: Persia peaknose, Persia flatnose, Persia himalaya, dan Persia medium
Bentuk fisik Persia pada umumnya adalah dengan hidungnya yang pesek dan muka bulat. Mereka juga memiliki ciri fisik pada bagian tubuhnya yang bulat pendek dan ukuran kaki yang pendek, serta pada bagian rambutnya yang panjang dan halus. Dan untuk makanan kucing Persia, mereka lebih cocok mengkonsumsi makanan kering dan basah yang umumnya dijual khusus di toko hewan.

       2. Persia Himalayan

Kucing Himalaya adalah jenis kucing yang telah lama di kenal dunia dari ratusan tahun silam, namun kucing ini baru di kenal di benua Eropa sekitar tahun 1950-an dengan nama yang lebih di kenal Colour Point Persian.

Jenis kucing ini tergolong sangat unik. Uniknya kucing ini merupakan hasil persilangan kucing Siam dan Persia, sehingga menghasilkan seekor jenis kucing yang sangat lucu dan menarik dengan nama kucing Himalaya.


  • Nama: Persia Himalayan
  • Asal: Amerika Serikat
  • Standar Ras: TICA, CFA, CCA, AACE, ACFA /CAA
  • Karakter: Aktif, senang bermain, dan tidak senang bermalas-malasan
  • Warna: Seal point (cokelat kehitaman), blue point (abu abu), lilac point (abu-abu kecoklatan), red /flame point (krem kemerahan), cream point (krem), dan chocolate point (cokelat)
Ciri ciri fisik yang di miliki kucing Himalaya adalah hidung yang pesek dan bulu tebal seperti Persia longhair, kelompok jenis ini juga memiliki corak warna badan yang sangat unik, yang diambil dari keturunan kucing Siamese (colour point di bagian tubuhnya), ditambah lagi dengan mata birunya kucing Himalaya yang merupakan bentuk identik dari keturunan ras kucing Siamese.

Wah, pastinya menarik ya! Untuk soal makanan kucing Himalaya, baiknya anda gunakan makanan kering dan basah yang di jual di toko hewan terdekat.

      3. Russian Blue

Asal mula kucing ini berasal dari sebuah pelabuhan Arkhangelsk di Rusia. Russian Blue adalah jenis kucing berambut pendek dengan warna bulu abu abu kebiruan dan mempunyai mata hijau yang cukup menarik jika anda melihatnya secara langsung.


  • Nama: Russian blue
  • Asal: Russia
  • Standar Ras: TICA, FIFe, WCF, CFA, ACF, GCCF, CCA, AACE, ACFA /CAA
  • Karakter: Cerdas, penasaran, ramah, pemalu dan sensitif
  • Berat badan rata-rata dewasa: 3,5-7 Kg atau 7,7-15,4 Pon
Jenis kucing ini terbilang bisa di sejajarkan dengan kelompok kucing cerdas di dunia. Karakteristik pada kucing Russian Blue memang cukup menarik, selain mereka bisa di katakan cerdas, ternyata jenis kucing ini mempunyai sifat yang sangat erat dengan pemiliknya. Namun, kelompok kucing Russian Blue ini sedikit agak pemalu dengan orang asing yang belum di kenalnya.

Untuk bentuk makanan kucing Russian Blue cukup dengan makanan kering dan basah, biasanya untuk jenis makanan tersebut di jual di setiap toko hewan di Indonesia.

        4. Domestik /Kampung Indonesia

Kucing domestik adalah salah satu kucing populer di dunia, siapapun tahu jenis kucing ini, mungkin karena penampilannya yang sering terlihat di jalan jalan kota, gang dekat rumah, bahkan lewat di depan rumah anda sendiri. Kucing domestik umumnya memiliki karakter dan sifat bawaan yang cukup baik, seperti mandiri, ingatan yang tajam, serta fisik yang kuat. Walaupun kucing ini terlihat agak liar dan menyeramkan sebaiknya jangan memandang sebelah mata dulu, Karena pada faktanya kucing tersebut mempunyai beberapa kelebihan yang mungkin sering di abaikan sebelumnya.


  • Nama: Kucing kampung
  • Karakter: Liar, kuat, energik, pemburu, dan aktif
Berbagai kelebihannya pada kucing domestik antara lain, ternyata bisa di jinakkan dan dijadikan sahabat dengan baik dan selain itu kucing domestik juga bisa menjaga rumah anda dari serangan tikus yang menjengkelkan. Dalam melakukan perawatan kucing domestik, bisa di katakan cukup mudah dan murah meriah. Karena untuk jenis kucing ini termaksud kelompok kucing yang mandiri, tidak manja, fisik yang baik serta tidak hobi pilih pilih makanan.

Perlu di ketahui juga, ternyata kucing ini telah menarik perhatian pecinta kucing di Indonesia, yang akhirnya melahirkan sebuah komunitas dengan nama PKDI (Pecinta Kucing Domestik Indonesia ).

       5. Turkish Anggora

Anggora adalah kelompok kucing alami yang tertua di dunia. Desas desusnya kucing ini sangat sering di kaitkan dengan mitos dari legenda di wilayah asal (Turki). Walaupun demikian, bukan berarti kucing anggora berasal dari Turki, karena sampai saat ini para peneliti hewan di dunia juga belum mengetahui kucing tersebut berasal dari mana.

Anggora saat ini memang sangat populer dan terkenal di Indonesia, mereka merupakan jenis kucing berbadan sedang dengan bulu yang cukup panjang dan cantik. Ciri ciri fisik pada kucing Anggora umumnya sangat berbeda dengan kucing Persia, kelompok mereka memiliki bentuk kepala segitiga dan memiliki bentuk hidung yang cukup mancung serta bulu yang agak panjang di bagian lehernya (seperti singa).


  • Nama: Anggora
  • Asal: Turki
  • Standar Ras: TICA, FIFe, WCF, CFA, CCA, ACFA /CAA
  • Karakter: Anggun, lincah, energik, dan aktif
Kucing jenis ini baiknya disediakan mainan di sekitarnya, serta perhatikan dirinya dan kebersihan pada lingkungannya. Dalam memandikan kucing Anggora sebaiknya secara rutin di lakukan, karena dengan sifatnya yang aktif akan memberikan dampak kucing tersebut cepat kotor. Baiknya mandikan kucing Anggora 1 hari sekali dengan shampo kusus anti kutu yang di sediakan di toko hewan dekat rumah anda.

       6. American Shorthair

Kucing ras American Shorthair adalah keturunan dari ras European Shorthair dan British Shorthair. Awalnya kucing ini di kenal dengan sebutan Shorthair, lalu memiliki nama populer dengan nama Domestic Shorthair di tahun 1960. Seiring berjalannya waktu pada tahun 1966 kucing tersebut berubah nama menjadi American Shorthair, dan terkenal nama tersebut sampai detik ini.


  • Nama: American Shorthair
  • Asal: Amerika Utara
  • Standar Ras: TICA, WCF, CFA, CCA, AACE, ACFA /CAA
  • Karakter: Kuat, cerdas, pintar berburu, baik, ramah,tenang, senang bermain dan mudah beradaptasi
Kucing American Shorthair memiliki ukuran badan yang sedang, otot kaki yang bagus serta cakar yang kuat. Bentuk badan mereka di selimuti bulu badan yang pendek dan tebal, yang berfungsi melindungi dirinya dari cuaca ekstrim saat musim dingin. Realitasnya American Shorthair adalah salah satu kucing yang memiliki bentuk fisik yang kuat serta kesehatan tubuh yang baik.

Untuk jenis makanan pada American Shorthair, biasanya mereka sangat menyuai jenis makanan basah yang segar seperti ikan, daging dan ayam.

      7. Siamese

Kucing Siam merupakan jenis kucing oriental, menurut informasi kucing ini berasal dari Thailand. Siamese bisa di katakan kucing yang cukup populer di dunia, banyak kalangan pecinta kucing yang ingin memelihara kucing jenis tersebut. Sejarah kucing Siamese mulai di kenal dunia saat kemunculan pertamanya di Eropa, yang pada saat itu di berikan pada Duta Besar Inggris di Thailand pada abad ke- 18.


  • Nama: Siamese
  • Asal: Thailand
  • Standar Ras: TICA, CFA, ACF, CCA, ACFA /CAA
  • Karakter: Ramah, suara lembut, cerdas, rasa ingin tahu, dan lincah
Siamese memiliki ciri fisik, tubuh ramping, ekor yang panjang dan mata yang berawarna biru. Pola warna yang di miliki kucing Siamese identik dengan colour point yang menggambarkan ciri khas kucing ini. Berat badan Siamese jantan umumnya 4-7 Kg dan untuk betina paling besar 5 Kg. Untuk jenis makanan kucing Siamese, baiknya gunakan basah untuk memberikan asupan terbaik terhadap mereka. Gunakan makanan basah seperti daging ayam, daging ikan, dan sapi.

Namun biasanya kucing ini juga mau di beri makanan kering yang tersedia di toko hewan.

        8. Norwegian Forest

Ras kucing Norwegian Forest menurut sejarah berasal dari sebuah daerah yang bernama Norway, nenek moyang kucing ini di percaya berasal dari hutan hutan di Norwegia dan Skandinavia. Menurut informasi keunikan pada kucing ini ada di bulunya. Bulu mereka akan panjang dan tebal saat musim dingin datang dan akan menipis (rontok) di musim semi tiba. Keunikan lainnya pada kucing ini juga memiliki bulu yang pendek berwarna gelap, dan bulu yang panjang berwarna terang.


  • Nama: Norwegian Forest
  • Asal: Norwegia
  • Standar Ras: TICA, FIFe, CFA, ACF, CCA, AACE, ACFA /CAA
  • Karakter: Ramah, pendiam, dan jarang mengluarkan suara keras (berisik)
Kucing Norway adalah kelompok kucing yang ramah, pendiam dan jarang mengeluarkan suara keras, pada umumnya, banyak yang berpendapat kucing tersebut akan bersuara keras ketika tinggal bersamaan dengan anjing. Untuk jenis makanan makanan kucing Norway baiknya gunakan makanan kering dan basah yang di sedikan toko hewan terdekat.

      9. Maine Coon

Maine Coon merupakan jenis kucing tertua di dunia, kucing jenis ini berasal dari Maine (Amerika Serikat). Menurut sejarah kelompok kucing ini memiliki keturunan dari kucing ras Anggora dan ras Norwegian Forest.


  • Nama: Maine Coon
  • Asal: Amerika Serikat
  • Berat badan jantan: 6-9 Kg
  • Berat badan betina: 4-6 Kg
  • Karakter: Kuat, berotot, indiependent, aktif, dan senang dengan pemiliknya
Bentuk fisik pada mereka memiliki badan yang besar dan tinggi, berat badannya sekitar 6-9 Kg untuk yang jantan dan betina sekitar 4-6 Kg. Untuk ketinggian pada kucing ini kurang lebih bisa mencapai 1 meter umumnya. Maine Coon juga memiliki bulu yang lebat, lembut, halus dan memiliki ketahanan cukup baik dengan air. Sifat dan kepribadian kucing ini sangat menarik, mereka cukup independen, aktif dan senang dengan pemiliknya.

Makanan yang di sukai kucing Maine Coon biasanya jenis makanan basah dalam bentuk besar dan segar, seperti daging sapi, daging ikan, dan ayam.

      10. Sphynk

Kucing sphynx merupakan jenis kucing yang memiliki bulu sangat pendek, kalo di lihat sepintas kucing tersebut tampak tidak memiliki bulu sama sekali. Namun jika di teliti lebih lanjut kucing ini di tumbuhi rambut halus di berapa bagian tubuhnya,seperti di telinga, kaki, ekor, dan organ vitalnya.


  • Nama: Sphynx
  • Asal: Kanada
  • Standar Ras: TICA, FIFe, CFA, CCA, AACE, ACFA /CAA
  • Karakter: Aktif, setia, cerdas, dan penyayang
Sejarah kucing ini berasal dari Kanada, namun nama pada kucing ini di ambil dari patung Sphynx yang berada di Mesir. Ciri-ciri umum pada kucing ini antara lain memiliki badan sedang, tegak, dan bulat pada di bagian perutnya. Pada bagian kepala kucing tersebut memiliki bentuk segitiga dan cukup panjang. Kucing Sphynx juga mempunyai leher yang panjang, berotot dan bulat. Kaki pada kucing tersebut juga proporsional dengan ukuran tubuhnya.

Untuk makanan kucing Sphnyx, kucing ini lebih tertarik mengkonsumsi makanan basah dan kering yang berada di toko hewan. (#)

)*sumber: www.okdogi.com

>>Back to: Artikel dan Tips!
 

Selasa, 05 Januari 2016

10 Cara Merawat Kucing untuk Pemula

(Ilustrasi)

Kucing adalah salah satu hewan peliharaan yang paling disukai manusia. Selain lucu, perilaku kucing juga sangat menggemaskan. Namun, tahukah Anda cara merawatnya? Semua hewan memiliki sifat sensitif yang harus dipahami manusia. Jika Anda seorang pemula dan ingin tahu tentang cara merawat kucing, berikut adalah beberapa tips dasar dari Boldsky.com.
  1. Anak kucing membutuhkan jumlah gizi dua kali lebih besar dibanding kucing dewasa. Meskipun ia membutuhkan lebih banyak nutrisi, itu bukan berarti Anda harus memberinya makan berlebihan. Setelah 5-6 minggu, berikan makanan secara rutin 4 kali setiap hari.
  2. Jangan berikan makanan anjing untuk kucing! Makanan anjing tidak mengandung taurin, nutrisi yang dibutuhkan kucing untuk mencegah penyakit jantung dan penglihatan kabur.
  3. Setelah 8-10 bulan, Anda bisa membiasakannya untuk makan makanan rumah seperti nasi dan susu (makanan khusus kucing /cat food lebih direkomendasi -Red.). Kebiasaan ini harus Anda lakukan sejak dini.
  4. Tidak perlu memandikan kucing secara teratur. Ketika bulu kucing mulai berbau, Anda dapat memandikannya dengan air dingin. Air panas dapat merusak bulu dan menyebabkan iritasi kulit pada kucing.
  5. Sikat bulu kucing secara rutin. Hal ini dapat menghilangkan rambut mati, kuman dan bakteri pada bulu.
  6. Pergi keluar dan bermain dengannya. Kegiatan fisik membantu pertumbuhan dan perkembangan anak kucing dengan baik. Hewan peliharaan Anda akan tumbuh sehat dan lincah.
  7. Ajarkan kebiasaan hidup sehari-hari. Anda bisa mulai mengajarkan beberapa kebiasaan baik pada kucing seperti pergi ke toilet, makan, dan tempat tidur.
  8. Bersikap tegas pada perilaku buruknya. Anda harus bersikap tegas pada perilaku buruk yang ia tunjukkan. Dengan begitu, ia akan mengerti mana yang baik dan buruk.
  9. Vaksinasi. Vaksinasi wajib dilakukan secara rutin untuk menghindari virus dan penyakit. Untuk itu, segera berkonsultasilah dengan dokter hewan.
  10. Merawat kebersihan tubuhnya. Anda harus rajin mencuci gigi, telinga, dan kuku kucing. Spot-spot ini sangat rentan terhadap kuman dan bakteri lho. Jika dibiarkan kotor, hal ini bisa menyebabkan infeksi dan penyakit pada kucing.
Bukan hanya manusia yang butuh perawatan khusus. Hewan peliharaan juga membutuhkan hal yang sama. Jadi, jagalah kebersihan kucing Anda secara rutin. (#)

)*sumber: www.merdeka.com

>>Back to: Artikel dan Tips!
 

Senin, 04 Januari 2016

Kenali Ciri-ciri Kucing Sakit

(Ilustrasi)

Satu hal yang paling ditakutkan oleh para cat lovers adalah kucing sakit. Kucing yang sakit sungguh bikin kita khawatir, saya pernah mengalaminya kucing saya terkena cacingan sampai-sampai dia muntah cacing. Wah, saya kaget sudah separah itu padahal sehat tidak terlihat sakit walaupun memang badannya terlihat sedikit kurus, dengan cepat lalu saya berikan obat cacing. Nah, dari kejadian di atas seharusnya kita tahu bahwa kucing kita sedang sakit sebelum penyakit lebih parah dan berakibat fatal. Nah bagaimana mengenali kucing yang sedang sakit sedini mungkin? Oke akan saya bagikan nih tips dan ciri-ciri kucing sedang sakit. Baik itu dari sisi fisik dan prilakunya. Saya tidak ingin teman-teman cat lovers (CL) mengalami hal seperti saya.

Ciri-ciri Kucing Sakit

Ciri ini lebih mudah dilihat dan diperhatikan. Berikut ciri fisik:

  1. Bulu kucing rontok. Bulu ini rontok bukan karena perubahan hormone atau lingkungan, misal sedang birahi, jamur, makanan tidak cocok, atau suhu ruangan terlalu panas. Nah, jika bulu rontok kucing biasanya kekurangan vitamin.
  2. Perubahan bentuk tubuh. Misal ada pembengkakan di bagian tertentu atau terlihat luka. Jika perubahan bentuknya di luar tubuh mungkin mudah dilihat; jika di dalam kita harus membuka mulutnya dan cium baunya. Jika bau busuk atau baunya nggak normal kemungkinan kucing terserang penyakit tertentu, bisa pencernaan, dll.
  3. Lihat kotoran. Lihat jika kucing mengeluarka feses apakah terlihat sulit atau tidak, lihat juga kotorannya apakah itu berdarah atau tidak. Bentuk kotoran mencret atau tidak.
  4. Telinga, hidung, mata dan mulut mengeluarkan cairan berlebih yang tidak normal. Cairan berupa ingus, air mata atau cairan lainnya. Bisa jadi flu atau sakit mata.
  5. Kucing muntah. Muntah bukan karena sesuatu yang normal, misal sedang hamil.
  6. Perubahan berat badan drastis, seperti kasus kucing saya cacingan.
  7. Sering minum air atau sebaliknya.
  8. Kurang atau tidak mau makan.
  9. Sering menjilat bagian tubuh tertentu. Kucing lidahnya mempunyai zat anti kuman, nah tujuan menjilat bagian tubuh tertentu maka tandanya bagian tubuh itu sedang sakit.
  10. Bau yang tidak wajar. Jika mulut kucing mengeluarkan bau yang tidak wajar bisa jadi kucing sakit tenggorokan atau panas dalam.
Ini ciri-ciri pada umumnya yang bisa jadi lain kasus bagi CL lainnya.

Ciri Prilaku

  1. Lemas, letih, lesu. Kucing yang lemas dan tidak mau makan artinya ada yang sedang bermasalah dengan kesehatannya.
  2. Menjadi lebih agresif atau sebaliknya.
Jadi, jika ada ciri-ciri yang mencolok dan perubahan perilaku yang tiba-tiba maka perlu diwaspadai bahwa kucing sedang sakit. Nah, cara paling aman silakan check up rutin ke dokter hewan. (#)

)*sumber: www.binatang peliharaan.org

>>Back to: Artikel dan Tips!